Rabu, 23 Januari 2013

Bintang kelas bukan hanya kaum Pintar dan Cerdas


 Apakah harus memaksa otak untuk menjadi bintang kelas?
Apakah harus mengkritik hidup dan takdir yang didapat?
Jawabannya, 100% TIDAK 
Ketika aku masih duduk dibangku SMA, sekitaran setahun yang lalu. Aku sangat mengingat ketika aku merasa iri kepada temanku yang begitu pintar segalanya. Begitu mudahnya dia menjawab soal-soal itu. Mulai dari pelajaran rumus-rumus kimia sampai beberapa mata pelajaran yang lainnya. Saat itu, sulit aku gambarkan perasaanku. Setelah belajar tentang arti hidup sebenarnya, kini aku mulai mengerti bahwa setiap manusia memiliki plus dan minus yang berbeda. Boleh saja kamu pintar matematika, tapi kamu lemah di olahraga. Jadi, yang harus diubah sekarang hanyalah pola pikir kita bukan yang lainnya, bukan memaksa otak juga untuk menerima pelajaran.
There are not perfect people :)
Sukses yah Sobat


0 komentar:

Posting Komentar